Langsung ke konten utama

Honda Vario, Robocop MEFRIK


Selain Pulau Seribu Pura, Bali juga sudah lama terkenal sebagai kotanya matik. Selain penjualan motor standar atau baru, gairah modifikasi matik juga hebat di wilayah ini. Banyak sekali konsep baru hadir dari Pulau Dewata. Kali ini sebuah Vario hadir seperti robot dengan penerapan beberapa inovasi di beberapa sektor. 

Motor ini milik Eko Budhi Harianto. Dia juga yang memodifikasinya. "Konsep yang coba diterapkan adalah Robocop atau bentuk yang modern. Tapi, pastinya tetap dalam koridor MEFRIK sesuai standar MOTOR Plus," mantap Eko.

Inovasi pertama yang dilakukan adalah dengan membuat mono arm di rode depan. Tentunya ini membuat motor terlihat sedikit unik. Ditambah lagi dengan menggunakan pelek mobil.

"Kita buat suspensi depan itu menggunakan pipa diameter 2,5 inci yang digabungkan dengan sok variasi," tambah Eko. Supaya lebih rapi dilihat, dilapisi lagi dengan kondom dari bahan fiber. Dengan begitu, bentuknya lebih enak dilihat.

Bukan hanya itu, cover CVT juga dibungkus ulang dengan fiber. Dengan begitu, bentuknya sudah tidak standar lagi. Tampil beda dan menjadi rapi. Jurus modifikasi yang boleh untuk ditiru. 

Tampilan depan memang menjadi salah satu poin yang menarik perhatian. Selain masalah suspensi tadi, bentuk bodi depan juga sudah berubah. Tidak mau repot dengan cuztomizing di sektor ini, Eko juga memasang bodi depan dari Honda Airblade yang beredar di Thailand. Lengkap berikut lampu.

"Selain efek mengubah bentuk depan, bodi ini juga menjadi patokan dalam membuat bodi kit di tengah dan belakang," tambah pria 32 tahun ini.

Memang seluruh detail bodi saat ini sudah tidak seperti Vario lagi. Hanya tarikan garis utamanya  saja yang masih menjadi ciri skubeknya Agnes Monica ini.

"Untuk beberapa bagian dibuatkan bodi kit, bahkan buritan diubah menjadi runcing dan layaknya motor sport," tambahnya. Maksud bergaya sport tadi karena sekarang jok sudah menjadi single sitter. Suatu tampilan yang sebenarnya rada sedikit nyeleneh.

Buritan yang menjadi runcing ini ini diikuti dengan roda belakang yang didorong mundur. Istilahnya ditambah undur-undur seperti  yang banyak dipakai oleh penganut aliran low rider. "Saya tambah panjangnya sekitar 13 cm," cuap Eko yang bersyukur selamat dari bencana gempa yang melanda Bali kemarin.

Langkah terakhir adalah dengan mengganti setang dengan model Robocop. Bagi penikmat modifikasi di seputaran Jakarta, setang seperti ini memang sudah jarang yang menggunakan. Tapi, karena konsep motornya yang mengarah ke robotic, tentunya akan menjadi pas. Ditambah lagi spidometer digital,

Sip dan sesuai tema!    (www.motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban: Deli tire 140/70-14
Pelek: Custom
Sok belakang: YSS
Head lamp: Airblade
Setang: Top Secret
Spidometer: Koso
Knalpot: Supertrap
Penulis : Nurfil | Teks Editor : Nurfil | Foto : Ade

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Foto Hot Kirana Larasati Jadi Perbincangan

Giliran artis Kirana Larasati menjadi pembicaraan di dunia maya, setelah beredar foto-foto panas mirip wajahnya. Dua foto muncul di sebuah forum internet, sebelum kemudian mengundang penasaran dan komentar. Saat dihubungi Kirana, melalui manajernya, Yopie, Kamis (23/2/2012) mengaku belum mengetahui foto-foto yang tengah ramai menjadi perbincangan itu. Namun dengan nada yakin, bahwa foto-foto itu bukan lah Kirana Larasati. "Aku nggak percaya soal itu. Aku mau lihat dulu seperti apa fotonya," tegasnya sebagaimana dilansir detikhot.com. Dua foto tersebut menampilkan seseorang yang mirip dengan bintang film Perempuan Punya Cerita (2008) itu. Pada foto pertama, terlihat tengah berbaring santai, sementara foto kedua tengah berpose tanpa mengenakan pakaian, dengan rambut panjang yang menutup dadanya. Pada foto kedua memiliki kualitas kurang bagus, sedikit kabur. (kpl/dar)

Yamaha Mio Sporty, Pelatuk Roller Jadi Senjata!

Main di mana saja yang penting psiton 58 mm Hingga kini, Mio lansiran 2010 milik Marsyad selalu menang saat diadu balap trek lurus 500 meter malam hari. Senjatanya pamungkasnya, ada di pelatuk kem model roller! “Dari pertama buat sampai saat ini, motor belum pernah kalah. Asalkan, spek yang diadu sama dengan regulasi. Yaitu, pakai piston diameter 58,5 mm, klep aslinya, stroke standar dan pengapian masih tetap bawaan pabrik. Setiap menang, wajib hukumnya untuk bongkar mesin. Supaya tidak ada kejanggalan satu sama lain,” jelas Marsyad yang warga Tangerang, Banten itu. Lanjut! Pemakaian roller rocker arm bikin kinerja pelatuk dan kem jadi lebih ringan gesekan. Akibatnya, putaran mesin jadi tidak terbebani. Selain itu, panas yang dihasilkan bisa di bawah pelatuk biasa. Ini menggeser pelatuk model konvensional yang diusung Yamaha Mio Sporty. Soal racikan engine, Marsyad mempercayakan ke Abdul Syukur. Doi, mekanik dari bengkel Auto Sonic (AS) di Jl. Masjid Al-Gofur, Pondok Aren, Ta...

Senyuman Manis Laudya Cynthia Bella

Laudya Cynthia Bella atau lebih akrab disapa Bella tersenyum manis saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, Bella tampil simple tapi tetap chic dengan busana hitam-putihnya.